QnA : Seberapa jauh seorang PM harus memiliki skill teknis (misal ngoding)

Hari ini ada sebuah pertanyaan di group Project Manager yang saya ikuti. Pertanyaan nya kurang lebih begini :

Rekan2 saya mau tanya pendapat nya. Seberapa jauh seorang PM harus memiliki skill teknis (contoh : ngoding)?

Jawab :

Seorang Project Manager (PM) tidak harus memiliki skill teknis seperti coding, tetapi memahami “nature” dari mereka yang memiliki skill teknis itu sangat penting. Seperti kata pepatah anak muda, “Tak harus memiliki, tapi harus memahami.” Pemahaman ini akan membantu PM untuk berkomunikasi dengan tim teknis, memahami tantangan yang mereka hadapi, dan mengambil keputusan yang lebih baik. Berikut adalah beberapa poin yang bisa diperhatikan:

  1. Tidak Harus Ahli, Tapi Perlu Pemahaman Dasar
    Seorang PM tidak harus menjadi programmer handal, tetapi memiliki pemahaman dasar tentang teknologi yang digunakan sangat membantu. Ini memungkinkan PM untuk memahami cara kerja tim teknis dan mendukung mereka dengan tepat. Misalnya, dalam pengembangan software, jika dua programmer bisa menyelesaikan tugas dalam dua bulan, menambah jumlah programmer tidak serta merta mempercepat penyelesaian. Bahkan, penambahan programmer justru bisa memperlambat proyek karena adanya kebutuhan koordinasi tambahan, seperti yang dijelaskan oleh Kent Beck di sejarah Agile Manifesto (https://agilemanifesto.org/history.html). Ini sangat berbeda dengan dunia konstruksi bangunan, di mana menambah tukang dan kuli biasanya mempercepat penyelesaian pekerjaan. Memahami perbedaan “nature” ini sangat penting bagi PM agar tidak menerapkan pendekatan yang salah.
  2. Menjadi Penghubung Antara Tim Teknis dan Non-Teknis
    PM sering kali berperan sebagai jembatan antara tim teknis dan stakeholder non-teknis. Dengan pemahaman teknis, PM bisa menjembatani kesenjangan komunikasi ini lebih efektif. Mereka akan mampu menyampaikan kebutuhan bisnis ke tim teknis dan sebaliknya, tanpa harus menjadi ahli teknis. Pemahaman tentang “nature” kerja tim teknis ini penting agar proses berjalan lancar.
  3. Fokus Pada Manajemen Proyek
    Peran utama seorang PM adalah memastikan proyek berjalan sesuai rencana, anggaran, dan waktu. Kemampuan untuk memimpin, berorganisasi, mengelola risiko, dan berkomunikasi sering kali lebih penting daripada kemampuan teknis. Memiliki skill teknis itu sunnah muakad, tapi memahami nature teknis adalah fardhu ‘ain. Jadi, PM sebaiknya tetap fokus pada manajemen yang holistik daripada terlalu masuk ke aspek teknis.
  4. Kolaborasi dengan Lead Teknis
    Dalam tim yang lebih besar, biasanya ada peran seperti Technical Lead atau Architect yang bertanggung jawab atas keputusan teknis. Seorang PM bisa mengandalkan orang-orang ini untuk membantu dalam aspek teknis, sementara mereka fokus pada koordinasi dan manajemen proyek. Pemahaman dasar tentang teknologi akan membantu PM dalam kolaborasi ini, tapi tidak perlu terlalu mendalami teknis.

TLDR: Memiliki skill teknis sebagai PM itu sunnah muakad, tapi memahami bagaimana nature dari skill teknis tersebut bekerja adalah fardhu ‘ain. Wallahu a’lam.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *