Belajar Agile dan Scrum untuk Pemula
untuk Anda yang tiba-tiba ditunjuk atasan jadi Scrum master, atau memang sedang belajar di dunia Agile dan Scrum
100 % untuk pemula
100% gratis, lengkap, tanpa perlu bayar apa-apa
Web Book Agile dan Scrum Bahasa Indonesia
Topik di situs ini dibuat sesuai topik global. Tak harus dibaca berurutan, terlebih jika Anda sudah ada dasarnya. Tapi jika Anda adalah total nyubi, saya sarankan dibaca berurutan.
Topik Global Situs ini
Agar Anda tidak salah mencari, daripada terlanjur oprek sana-sini di situs ini ternyata salah yang dicari, berikut adalah gambaran umum global terkait isi situs kami ini.
Agile dan Scrum
Teori, motivasi, dan contoh praktiknya.
Software Development
Latar belakang saya terkait Software Engineering, membuat saya mau tak mau akan menulis tentang ini.
Manajemen Proyek
Oke, Agile dan Scrum bukan senjata pamungkas yang bisa menyelesaikan semua masalahmu. Ada hal-hal tertentu yang butuh pendekatan "konvensional"
Open to Contribute
Kolaborasi adalah koentji. Saya memang yang inisiasi bikin situs ini buat pembelajaran kita semua terkait Agile dan Scrum di Indonesia.
Anda yang lebih suhu, dan lebih banyak “jatuh bangunnya” dari saya, tentu punya artikel, video, atau podcast dan audio yang ingin di share ke pembaca kami? Yuk berbagi.
Klik di bagian Hubungi Kami ya
Postingan Terbaru tentang Agile dan Scrum

Memahami Agile : Kenapa Perlu Agile? Belajar dari Fortune 500
Saya ingin memulai tulisan ini dengan sebuah cerita, tentang sebuah “Daftar” yang terkenal bernama Fortune 500. Fortune 500 sendiri adalah daftar tahunan yang disusun oleh majalah Fortune, berisi 500 perusahaan terbesar di Amerika Serikat berdasarkan pendapatan tahunan. Daftar ini sering dianggap sebagai barometer ekonomi dan prestasi perusahaan. Untuk bisa masuk

Manajemen Proyek : Meluruskan DEFINISI PROYEK untuk Anak IT
Hmm.. .PROYEK Saya yakin jika ada dua kata yang di benak Anda saat ada kata PROYEK adalah (1) uang, dan (2) bangunan. Yah, yang pertama jelas, karena yang biasa kita dengar adalah “pejabat” kesandung korupsi proyek ini itu. Yang kedua, hmm… karena biasanya di sekitar kita, proyek identik dengan “pembangunan

Manajemen Proyek : Emang ada hubungannya dengan Jurusan IT?
Ketika seorang anak IT lulus, umumnya di akan memiliki dua “takdir”. Bekerja, dan tidak bekerja. Eh Tidak Bekerja? ya kali anaknya sultan, bapanya ngewarisin kos-kosan 1000 kamar, atau kebun yang sudah auto pilot sekian ribu hektar kan bisa? Nah bagi yang bekerja, umumnya akan ada 2 jenis pekerjaan. Yang pertama

Kami Sebelum Scrum : Kenapa Kami Kemudian Memakai Scrum
Faktor utama yang mendasari perubahan bahwa tim akan memakai scrum adalah : Big Boss! Iya, nggak muluk-muluk, ini adalah alasan paling realistis dan paling powerful. Singkat cerita terdapat perubahan manajemen di sisi “agak induk” perusahaan tentang status kelola produk yang dihandle squad kami. Hal ini berimbas pada tim kami yang

Manajemen Proyek : Kenapa Perlu Ilmu Manajemen Proyek?
To the point saja, tidak muluk muluk : Tujuan utama dari manajemen proyek adalah : Agar proyek dapat MEMBERIKAN HASIL YANG DIHARAPKAN. Yeah, that’s simple. HASIL YANG DIHARAPKAN ini agar tidak ambigu, kita “pecah” sedikit ya. Apanya yang diharapkan? Anda punya sebuah proyek, tentu ada yang diharapkan hasilnya kan? Nah

Kami Sebelum Scrum : Tentang Tim Developer kami
Di bagian ini saya akan bercerita sedikit tentang kami tim Developer di masa-masa sebelum kami memakai Scrum. Fase ini kami jalani, mungkin ada sekitar 4 bulan jika dihitung sejak saya masuk perusahaan. Ohya, pertama-tama, saya ingin menjelaskan bahwa saya bergabung dengan perusahaan ini sebagai orang baru. Sebelumnya, perusahaan ini sudah
Yang Bikin situs ini pertama kali
SamToni - Software Engineer dan Scrumtivist
Serius bagian ini adalah bagian paling tidak penting dari situs ini. Tapi saya tahu, beberapa dari Anda mungkin mempertanyakan kredibilitas saya “Siapa Lo, berani-beraninya bikin situs soal Agile dan Scrum”
Secara singkat : saya adalah programmer yang “pada suatu ketika” tiba-tiba ditunjuk atasan jadi Scrum Master. Wait, apa pula ituh? Kerjaan ngoding lagi numpuk malah ditunjuk jadi Scrum Master. Belajar sono sini, jatuh bangun berkali-kali, ditemani leader dan mentor ahli, hingga akhirnya saya beranikan bikin ini, semata-mata agar orang-orang seperti kamu “pusingnya cukup sampai disini”
Kalau masih pengen tahu soal saya juga, klik disini, eh link di bawah ini.
