Salah satu istilah yang sering Anda temui dalam Agile dan Scrum adalah Value. Secara sederhana, value berarti nilai atau sifat berharga dari suatu objek. Misalnya, perhiasan, mobil, rumah, atau barang-barang di sekitar Anda memiliki value yang dapat diukur berdasarkan harga atau nilai intrinsiknya.
Coba bayangkan segelas air. Mungkin bagi Anda yang membaca tulisan ini sekarang, segelas air tidak memiliki value yang signifikan. Namun, bayangkan jika Anda tersesat di tengah gurun dan sangat kehausan—dalam situasi ini, segelas air akan memiliki value yang luar biasa bagi Anda.
Value adalah sesuatu yang dimiliki oleh setiap objek, dan value ini dapat berkembang seiring dengan pengembangannya. Dalam dunia Agile, pengembangan ini dibagi menjadi tahapan-tahapan yang disebut iterasi.
Bagi Anda yang bukan dari dunia IT, bayangkan software seperti rumah Anda. Anda mungkin ingin meningkatkan value rumah Anda secara bertahap. Dalam setiap tahapan, Anda melakukan “peningkatan value”, seperti sebuah perubahan kecil untuk meningkatkan nilai rumah Anda. Misalnya, pada pekan pertama, Anda mengecat rumah. Pekan kedua, Anda menambahkan pagar. Kemudian, pada pekan-pekan berikutnya, Anda mungkin menambah kanopi, membuat kolam ikan, atau sekadar mengganti lampu yang rusak dan membeli keset baru. Perlahan tapi pasti, tahapan-tahapan ini meningkatkan value rumah Anda, yang awalnya mungkin bernilai 200 juta, bisa naik menjadi 2 miliar.
Jadi, apa hubungannya Value dengan Agile (dan Scrum)?
Agile lahir dari dunia IT, lebih spesifik lagi dari dunia pengembangan software. Untuk memahaminya, bayangkan bahwa software adalah sesuatu yang “hidup”. Seperti rumah yang terus berkembang, software juga berkembang seiring waktu, dari satu sprint ke sprint berikutnya.
Setiap iterasi dalam Agile adalah proses untuk membuat software ini berkembang. Dalam setiap iterasi, ada satu atau beberapa penambahan value yang terjadi, tergantung pada apa yang sedang dilakukan. Bisa jadi menambah fitur baru, memperbaiki bug, atau sekadar menambahkan komentar pada kode agar lebih mudah dipahami di kemudian hari. Setiap pekerjaan yang dilakukan di sini adalah perubahan kode yang bertujuan untuk menambah value pada software itu sendiri.
Namun, perlu diingat bahwa peningkatan value tidak selalu terkait dengan perubahan fisik pada software. Ibarat rumah Anda, peningkatan nilai juga bisa datang dari hal-hal non-fisik, seperti pengaspalan jalan menuju rumah atau upgrade sertifikat tanah dari HGB ke SHM.
Jika kita berbicara tentang rumah atau software, bagaimana dengan produk yang sedang Anda kembangkan? Apa saja value dan penambahan value yang telah Anda lakukan di proyek Anda? Mari kita diskusikan di kolom komentar!

