Memahami Masalah Dalam Agile : Complex vs Complicated

Memahami masalah adalah setengah dari solusi. Kadang, banyak masalah tak kunjung tuntas, atau malah makin parah, karena dari awal kita salah memahaminya. Salah satu kunci pemahaman adalah dengan mengetahui di area domain mana masalah Anda berada.

Cynefin Framework yang dibuat oleh Dave Snowden membantu kita memetakan masalah ke dalam lima domain berbeda: simple, complicated, complex, chaos, dan confused. Dari kelima domain ini, complicated dan complex sering kali di salah pahami. Tak jarang, kedua kata ini dianggap sama, atau bahkan tertukar dalam penggunaannya. Padahal, keduanya berbeda. Saya dulu bahkan menerjemahkan kedua kata tersebut sebagai “kompleks”, padahal terjemahan yang tepat untuk complicated adalah “rumit”.

Kenapa penting memahami perbedaan kedua istilah ini? Karena ini berkaitan dengan kondisi di mana Agile, lebih spesifik lagi -Scrum- cocok untuk digunakan.

Merujuk definisi pada ScrumGuides.org, Scrum adalah framework yang didesain untuk menyelesaikan masalah yang kompleks.

Ingat kata kunci ini ya: masalah yang kompleks, bukan masalah yang complicated.

Sebenarnya tak hanya Scrum, metode lain dalam ruang lingkup Agile kebanyakan memang ya untuk masalah kompleks. Hanya saja, untuk lebih mudahnya,dalam tulisan ini kita pakai contoh di Scrum ya.

Lah Bang! Emangnya beda ya Complex dan Complicated?

Sebagai orang Indonesia awam, saya pribadi kadang susah membedakan antara complex (kompleks) dan complicated (rumit). Jadi mari kita bahas ini sebentar ya…

Dalam konteks Scrum, “masalah yang kompleks” mengacu pada situasi di mana tidak ada solusi yang jelas atau dapat diulang, dengan banyak faktor yang saling berinteraksi dan mempengaruhi hasil akhir. Sederhananya, ada faktor “unknown” yang hanya bisa diatasi dengan pendekatan “coba dulu, review, dan adaptasi kemudian”. Masalah kompleks tidak dapat diprediksi secara pasti karena interaksi dinamis antar elemen, di mana perubahan kecil bisa berdampak besar. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan eksperimental dan adaptif.

Di sisi lain, “masalah yang rumit” (complicated), meskipun memerlukan keahlian khusus, solusinya bisa diidentifikasi dan diterapkan secara terstruktur. Sederhananya, meskipun awalnya ada faktor “unknown”, hal ini bisa diselesaikan dengan analisis mendalam, tak jarang melibatkan ahli atau konsultan. Masalah rumit dapat dipecahkan dengan pengetahuan dan teknik yang ada, biasanya melalui perhitungan dan desain yang cermat.

Contoh:

Masalah Kompleks: Pengembangan Produk Baru

Mengembangkan produk software baru yang harus memenuhi berbagai kebutuhan pengguna, regulasi, dan teknologi yang terus berkembang.

Kenapa Kompleks? Produk baru sering kali menghadapi banyak variabel yang tidak dapat diprediksi sepenuhnya. Misalnya, selera pasar dapat berubah, teknologi baru dapat muncul, menteri berganti, regulasi berubah, persaingan usaha, dan pasar yang berfluktuasi. Oleh karena itu, tim perlu bereksperimen, menerima umpan balik, dan beradaptasi secara terus-menerus untuk mencapai hasil yang diinginkan.

Masalah Rumit: Desain Mesin Mobil

Merancang mesin dengan spesifikasi teknis yang sangat detail, seperti mesin mobil dengan banyak komponen yang harus berfungsi bersama.

Kenapa Rumit? Meskipun desainnya sangat kompleks dan memerlukan keahlian teknis yang mendalam, solusinya bisa didapat dengan analisis komponen-komponen dan hubungannya secara sistematis. Setelah desain ditetapkan, mesin mobil dapat diproduksi dan berfungsi sesuai spesifikasi.

Contoh Tambahan Masalah Kompleks dan Rumit dalam Berbagai Bidang:

  1. Kuliner Kompleks: Membuka sebuah restoran baru di kota besar. Kenapa Kompleks? Anda harus mempertimbangkan berbagai faktor seperti selera konsumen yang berbeda-beda, tren makanan yang berubah cepat, persaingan dengan restoran lain, dan kebijakan pemerintah terkait keamanan pangan. Semua ini memerlukan pendekatan adaptif, dengan mencoba berbagai menu, menerima umpan balik dari pelanggan, dan terus berinovasi untuk menjaga kepuasan pelanggan. Rumit: Merancang menu yang “balance” antara gizi dan rasa. Kenapa Rumit? Meskipun merancang menu dengan gizi seimbang memerlukan pengetahuan nutrisi dan keahlian kuliner, proses ini dapat diselesaikan dengan pendekatan sistematis. Dengan analisis yang tepat, resep yang sesuai dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan gizi sambil tetap mempertahankan rasa yang enak.
  2. Konstruksi Kompleks: Membangun kompleks industri di wilayah perkotaan yang padat. Kenapa Kompleks? Proyek ini akan melibatkan banyak faktor seperti perizinan, kepadatan penduduk, dampak lingkungan, dan negosiasi dengan berbagai pihak terkait seperti pemerintah, kontraktor, “preman setempat”, dan masyarakat sekitar. Kondisi yang terus berubah dan interaksi antara berbagai pemangku kepentingan memerlukan pendekatan yang fleksibel dan adaptif. Rumit: Membangun jembatan dengan spesifikasi teknis tinggi. Kenapa Rumit? Proses ini memerlukan keahlian teknis dan perencanaan yang cermat, tetapi langkah-langkahnya jelas dan dapat diulang untuk jembatan di lokasi lain. Setelah desain ditetapkan, pembangunan dapat dilakukan dengan mengikuti prosedur yang sudah teruji, meskipun memerlukan pengetahuan khusus dan analisis yang mendalam.
  3. Bisnis Kompleks: Mengembangkan strategi pemasaran untuk peluncuran produk baru di pasar internasional. Kenapa Kompleks? Anda harus memperhitungkan berbagai faktor seperti preferensi budaya, regulasi yang berbeda di setiap negara, dan respons pasar yang bisa berubah dengan cepat. Strategi yang berhasil di satu negara mungkin tidak berhasil di negara lain, sehingga memerlukan eksperimen, adaptasi, dan penyesuaian terus-menerus. Rumit: Menyusun laporan keuangan tahunan untuk perusahaan besar. Kenapa Rumit? Meskipun penyusunan laporan keuangan melibatkan banyak data dan detail, proses ini dapat diselesaikan dengan metode akuntansi yang jelas dan terstruktur. Semua langkah dan aturan yang harus diikuti sudah ada, sehingga bisa diselesaikan dengan analisis yang teliti dan pengetahuan akuntansi yang mendalam.
  4. Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Kompleks: Mengelola toko online yang melayani berbagai segmen pasar. Kenapa Kompleks? Anda harus menangani banyak variabel seperti preferensi pelanggan yang beragam, perubahan algoritma platform jual-beli online, persaingan dengan toko lain, dan tren pasar yang terus berkembang. Semua ini membutuhkan pendekatan yang fleksibel, uji coba berbagai strategi, dan kemampuan untuk beradaptasi dengan cepat. Rumit: Memilih sistem pembayaran online untuk toko Anda. Kenapa Rumit? Meskipun memilih sistem pembayaran memerlukan pemahaman teknis dan evaluasi berbagai opsi, proses ini dapat diselesaikan dengan penelitian yang sistematis. Anda dapat menganalisis fitur, keamanan, dan biaya dari berbagai pilihan, dan kemudian memutuskan solusi terbaik berdasarkan analisis yang mendalam.

Semoga cukup jelas ya? Apakah Anda punya contoh masalah kompleks dan rumit lainnya? Mari berbagi.

Nah, sekarang pertanyaan selanjutnya sebenarnya ialah :

Bang! masalah saya ternyata masuk ranah complicated, bukan complex. Kalau pakai Scrum apa boleh bang?

Hmm… menurut kalian gimana? Coba tulis di komen pendapat kalian.

Malang, 12 Agustus 2024

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *