Kami Sebelum Scrum : Tentang Tim Developer kami

Di bagian ini saya akan bercerita sedikit tentang kami tim Developer di masa-masa sebelum kami memakai Scrum. Fase ini kami jalani, mungkin ada sekitar 4 bulan jika dihitung sejak saya masuk perusahaan. 

Ohya, pertama-tama, saya ingin menjelaskan bahwa saya bergabung dengan perusahaan ini sebagai orang baru. Sebelumnya, perusahaan ini sudah memiliki founder yang saat itu menjabat sebagai (sejenis) CTO.

Ketika saya bergabung, saya ditempatkan sebagai backend developer. Bagi Anda yang awam tentang IT, ini bahasa lain dari programmer dengan tugas bikin “sisi belakang layar”. Tugas utama saya dan tim adalah membangun ulang salah satu sub sistem yang sudah ada. Tujuan dibangun ulang ini untuk menggantikan sistem lama dengan teknologi baru yang cukup sulit untuk mendapatkan developer-nya.

Istilah umumnya, saya dan tim melakukan revamp.

Ibaratnya bangunan, yang saya lakukan adalah membuat rumah baru untuk nanti ditinggali, sambil rumah lama tetap dirawat. 

Oh ya, saya disini sebagai staf biasa saja ya, bukan team lead, bukan technical lead, bukan juga lead backend developer.

Selain tim saya di backend (yang baru 4 bulan ini), ada juga tim lain yang sudah lebih dulu bergabung. Tim tersebut bertugas melakukan support dan pemeliharaan produk yang sedang kami kerjakan. Jika ada kendala, mereka yang biasanya menangani. Mereka juga mengerjakan penambahan fitur pada produk yang mereka tangani. Selain ini juga ada seorang Mobile Developer yang tugasnya bikin program android. Yang ini, beliau sendirian. 

Produk kami terbagi menjadi tiga sub-produk: (1) aplikasi web, (2) aplikasi Android (khususnya Android TV), dan (3) aplikasi dalam bentuk REST API. Bagi yang tidak familiar dengan IT, REST API bisa dibayangkan sebagai website yang bakal “dibuka” oleh software milik pihak lain untuk berinteraksi dengan program kami. Ibarat telepon buat antar program bisa ngobrol gitu.

Kegiatan sehari-hari tim developer kami umumnya hanya berupa daily meeting. Ini adalah rapat harian yang biasanya dipimpin oleh seorang senior, di mana kami mendiskusikan apa saja yang sudah dilakukan (Done) dan apa yang akan dikerjakan (ToDo). Selain itu, di meeting ini kami juga menyampaikan jika ada Blocker atau hambatan dalam pengerjaan. Selain daily meeting ini, hampir tidak ada rapat lainnya kecuali jika ada terkait dengan fitur yang ingin dikembangkan atau komunikasi antar tim jika ada hambatan.

Secara umum, pengembangan atau fitur-fitur yang dikembangkan biasanya bersifat top-down. Jika ada penambahan sesuatu dari atasan, biasanya mereka menyampaikan bahwa kita akan membangun atau menambahkan fitur tertentu. Setelah itu, tim akan mengerjakannya sesuai dengan proses yang telah ditentukan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *