Dulu, di awal-awal development oleh tim, kami sering menamai branch Git dengan nama developer yang mengerjakannya. Contoh git branch seperti “toni-dev” atau “haniya-dev.” Awalnya, ini tak masalah, mengingat kami umumnya tahu apa yang lagi kami kerjain. Tapi begitu kami mulai memakai Scrum dan mengelola pekerjaan berbasis backlog, mulai muncul “masalah”. Adakalanya ada backlog yang di sebuah Sprint hanya dikerjakan, tapi belum akan naik di production. Semisal backlog untuk promo lebaran, tapi ngerjainnya 2-3 bulan sebelum lebaran, dan akan naik production saat akhir ramadhan. Di sisi lain, di sprint yang asama, ada backlog lain sudah harus rilis di akhir sprint. Jika memakai metode git branch sebelumnya (yang berbasis dev), maka melacak semuanya akan jadi ribet.
Akhirnya, dari hasil diskusi di sebuah sesi retrospective, kami putuskan untuk mulai menamai branch berdasarkan kode backlog di project management tool kami (seperti JIRA). Misalnya, kalau ada backlog dengan kode “GAM-120” dan judul backlognya “Tambah API mitra pembayaran baru,” kami para dev akan menamai branch-nya “GAM-120-tambah-mitra-pembayaran-baru.” Dengan begitu, lebih mudah buat kami melihat branch mana yang sesuai dengan backlog tertentu dan sudah masuk ke produksi atau belum.
Setelah pekerjaan selesai, branch ini di merge ke staging, dan setelah dapat persetujuan dari QA dan Product Owner, baru dinaikkan ke procution. Perubahan sederhana di sisi penamaan ini bikin alur kerja kami jauh lebih teratur dan mudah dikelola.
Ohya, FYI Beberapa project management tool (semisal Jira) bahkan ada fitur yang mendukung integrasi dengan Git. Fitur “rada premium” ini bisa bikin proses tracking dan monitoring antara backlog dan git code repository jadi makin gampang dan termonitor dengan baik. Tapi tenang, meskipun tool yang dipakai nggak punya fitur itu, cara ini tetap efektif dan menjaga semuanya tetap rapi. Saat ini di tim saya pun, kami melakukannya “manually”. Karena project management tool dan git repository kami tidak terhubung. Setidaknya penamaan branch ini bisa membantu kalian.
Btw, kalau kamu punya tips apa tentang ginian?
Share ya

