Tim Scrum
Unit paling dasar dalam Scrum disebut Tim Scrum. Tim Scrum adalah satuan kerja inti yang berfungsi untuk menciptakan nilai dalam Sprint. Tim Scrum terdiri dari satu Scrum Master, satu Product Owner, dan beberapa Developer. Sebelum kita bahas tentang ketiga peran tersebut, kita bahas dulu beberapa ciri utama Tim Scrum.
Ciri dasar Tim Scrum
- Di dalam Tim Scrum, tidak ada sub-tim ataupun hierarki. Yups, tidak ada hierarki! Semua anggota tim dianggap setara dan tidak ada tingkatan atau jabatan yang lebih tinggi atau lebih rendah. Secara jabatan di perusahaan riilnya, mungkin memang ada hierarki, tapi dalam tim Scrum semua dianggap setara. Mirip-mirip dengan sholat jamaah di kantormu, semuanya setara antara bos dan karyawan. Bos yang datang telat, ya sholatnya di barisan belakang, bacaan surat gak jelas, meski dia bos, jangan dijadikan imam sholat jamaah. Scrum team juga begitu.
Salah satu kesalahan yang banyak dilakukan oleh tim Scrum adalah masih adanya hierarki, meskipun tak tertulis. Biasanya hierarki yang tidak tertulis ini sering kali muncul dari peran “Product Owner”, ataupun “Scrum Master”. Hierarki ini akan merusak tatanan Scrum karena (bisa jadi) developer menjadi takut untuk menolak permintaan dari si “atasan” tadi, Scrum value dari sisi transparansi pun hancur disini. - Tim Scrum bersifat cross-functional, yang berarti anggotanya memiliki semua keterampilan yang diperlukan untuk menciptakan nilai di setiap Sprint. Tim Scrum juga self-managing, artinya mereka mengatur pekerjaan mereka sendiri tanpa perlu arahan dari luar
- Tim Scrum yang ideal memiliki ukuran tim yang cukup kecil untuk tetap “lincah” tapi masih cukup besar untuk bisa menyelesaikan tugas-tugas dalam satu Sprint. biasanya tidak lebih dari 10 orang. Tapi ini fleksibel kok. Asumsi umumnya, tim yang lebih kecil akan berkomunikasi lebih baik dan lebih produktif. Jika Tim Scrum-mu menjadi terlalu besar,harus dipertimbangkan untuk mengorganisir ulang menjadi beberapa Tim Scrum, tapi tetap kohesif, masing-masing tim tetap fokus pada produk yang sama. Oleh karena itu, mereka harus berbagi Product Goal, Product Backlog, dan Product Owner yang sama.
Itu ciri dasar Tim Scrum yang perlu kita pahami. Selanjutnya kita bahas terkait orang apa saja yang harus ada dalam Scrum.
Role dalam Scrum
Secara umum ada 3 “peran pekerjaan” dalam aktivitas Scrum sehari-hari. Bisa bayangkan
- Product Owner
- Developer
- Scrum Master
Mari kita bahas satu persatu ya.
1. Product Owner
Product Owner (PO) adalah orang yang paling bertanggung jawab untuk memaksimalkan kinerja dari Tim Scrum. Ia melakukannya dengan menentukan “Apa yang harus dikerjakan” (backlog) oleh Tim Scrum dalam sebuah “periode waktu” bernama Sprint.
Satu periode waktu atau Sprint bisa dibayangkan sebagai “satu fase waktu pengerjaan”. Durasinya beragam, tapi umumnya antara 1 pekan, 2 pekan, atau 1 bulan. Kita akan membahas detail tentang Sprint di artikel selanjutnya.
“Apa yang harus dikerjakan” ini biasa disebut dengan Product Backlog. Anda bisa membayangkan ini adalah sebuah “to-do” pekerjaan. Contoh dalam dunia software : “Implement fitur payment”, “Integrasi dengan API kementrian”, “Buat fitur cetak tiket”, dlsb. Contoh jika bangun rumah, product backlog ini semisal : “Bangun pondasi rumah”, “Bangun pagar”, “Bikin kusen”, “Urus perizinan IMB”, dlsb.
Karena satu Sprint (1) durasi waktunya terbatas, dan (2) tim Developer yang mengerjakan juga terbatas, ibarat sedang membangun rumah, tentu kita tidak bisa berharap rumah yang besar akan 100% jadi dalam satu Sprint. Tugas seorang Product Owner adalah menentukan arah pengembangan produk, dengan menentukan apa saja product backlog yang akan dikerjakan dalam satu Sprint. Semisal targetnya adalah “Membangun rumah”, tentu dia akan membaginya menjadi beberapa “backlog”. Semisal di Sprint 1, akan ada backlog “finalisasi gambar”, “selesaikan perizinan IMB”, “mencari tukang”. Di Sprint 2 akan ada backlog, “pengukuran tanah”, “gali pondasi”, “pesan material”, dlsb. Baru di Sprint sekian akan ada backlog “pasang atap”, ataupun “ngecat dinding”.
Selain menentukan backlog apa saja yang akan dikerjakan dalam Sprint, seorang Product Owner juga menentukan bagaimana urutan dan prioritasnya. Termasuk juga dependensi pekerjaan, semisal tidak akan bisa ngerjain backlog “mengecat dinding” jika backlog “pasang dinding bata” belum selesai dikerjakan.
Dalam pekerjaan sehari-harinya, Product Owner boleh jadi mengerjakan sendiri, atau mendelegasikan ke pihak lain. Semisal urusan detail UI/UX, ia minta bantuan ke UI/UX Designer, desain sistem ia minta bantuan ke Tech Lead, dlsb. Tapi tetap dia penanggung jawabnya, approval tetap ada pada dia.
Ohya jika merujuk ke scrumguides.org Product Owner ini sifatnya satu orang, bukan tim / komite. Ini semata-mata agar tidak ada “multiple contradicting order” di sebuah Tim Scrum. Tapi PO boleh memiliki tim yang membantunya, tapi again final words dan approval ada pada dirinya.
Agar Scrum berjalan sukses, maka semua anggota tim Scrum lain harus menghargai apapun keputusan final yang diambil oleh PO ini. Keputusan tentang backlog, sprint goal, urutan, prioritas, dll. Semua perubahan apapun terkait backlog harus atas pengetahuan dan approval dari PO ini. Bukan berarti diktator ya, semata agar tim tidak bingung jika ada perubahan backlog.
- Mengembangkan dan secara eksplisit mengkomunikasikan Product Goal kepada seluruh tim;
- Membuat dan mengkomunikasikan item Product Backlog dengan jelas;
- Mengatur urutan item Product Backlog; dan,
- Memastikan bahwa Product Backlog transparan, terlihat, dan dipahami.
2. Tim Developer
Tim developer adalah orang-orang dengan keahlian yang dibutuhkan untuk men”deliver” value di dalam setiap Sprint. Biasanya butuh skill yang spesifik, beragam, dan kebutuhan skill ini akan berbeda-beda tergantung bidang kerja. Semisal jika membangun software, maka Tim Developer ini adalah para programmer, quality assurance, devops, dan peran keahlian lain yang memang tersedia dan diperlukan. Jika membangun rumah, mereka ini adalah tim tukang, mandor, dlsb yang akan “mengeksekusi” pengerjaaan backlog-backlog yang telah ditentukan PO.
Secara umum berikut adalah beberapa tugas dan tanggung jawab Tim developer :
- Membuat rencana untuk Sprint, yaitu Sprint Backlog (nanti kita bahas ini);
- Menanamkan kualitas dengan mematuhi Definition of Done;
- Menyesuaikan rencana mereka setiap hari menuju Sprint Goal; dan,
- Bertanggung jawab satu sama lain sebagai profesional.
3. Scrum Master
Scrum Master adalah orang yang bertanggung jawab untuk mengimplementasikan Scrum sebagaimana seharusnya. Rujukan paling mudah dapat kalian cari di Scrum Guides. Scrum Master melakukannya dengan membantu semua orang memahami teori dan praktik Scrum, baik di dalam Tim Scrum maupun di organisasi. Scrum Master juga memastikan bahwa Scrum diterapkan dengan benar, baik oleh Tim Scrum maupun oleh seluruh organisasi. Ini tidak hanya berlaku untuk PO dan Developer, tetapi juga untuk semua pihak yang berpotensi terlibat, seperti atasan, C-Level, atau tim dari divisi lain. Tim Scrum memang menjadi fokus utama, namun melibatkan seluruh organisasi dalam memahami Scrum juga sangat penting. Hal ini penting karena percuma saja jika Tim Scrum sudah bekerja keras menerapkan Scrum, tetapi kemudian dihancurkan oleh intervensi dari atasan atau divisi lain. Kan… gimana gitu…
Scrum Master juga bertanggung jawab atas seberapa efektif Tim Scrum. Bagaimana caranya? Dengan mendorong Tim Scrum untuk terus meningkatkan praktik-praktik Scrum mereka. Seperti yang saya tulis di artikel sebelumnya, Scrum adalah sebuah perjalanan yang terus berkembang dan tidak harus dimulai dengan semua elemen sudah sempurna.
Bayangkan Tim Scrum seperti membangun sebuah taman. Pada awalnya, mungkin Anda hanya memiliki sebidang tanah kosong. Itu bisa diibaratkan sebagai “fondasi” dari Scrum—mulai dari pemahaman dasar dan peran dasar dalam tim. Kemudian, Anda mulai menanam beberapa tanaman, membuat jalur, dan menambahkan beberapa fitur sederhana. Ini adalah tahap di mana Tim Scrum mulai mengadopsi beberapa praktik dasar Scrum. Seiring waktu, Anda menambah lebih banyak tanaman, memperbaiki jalur, dan menambahkan elemen dekoratif lainnya. Taman itu menjadi semakin indah dan fungsional. Ini mencerminkan bagaimana Tim Scrum secara bertahap memperbaiki dan mengembangkan penerapan Scrum mereka. Akhirnya, taman itu menjadi sebuah oase yang penuh dengan berbagai tanaman indah, air mancur, dan tempat duduk yang nyaman—seperti Tim Scrum yang sudah matang dan menerapkan praktik Scrum dengan sangat baik.
Perjalanan dari sebidang tanah kosong menjadi taman yang indah tidak terjadi dalam semalam, dan begitu pula dengan penerapan Scrum dalam sebuah tim. Ini adalah proses yang berkelanjutan dan membutuhkan kesabaran serta komitmen dari semua pihak yang terlibat. Scrum Master adalah tukang kebun yang memastikan bahwa setiap elemen taman berkembang sesuai dengan potensi terbaiknya.
Scrum Master adalah pemimpin sejati yang melayani Tim Scrum dan organisasi yang lebih besar. Secara umum berikut adalah beberapa tugas dan tanggung jawab Tim Scrum :
Scrum Master melayani Tim Scrum dengan beberapa cara, termasuk:
- Melatih anggota tim dalam manajemen mandiri dan cross-functionality;
- Membantu Tim Scrum fokus pada penciptaan Increment value yang memenuhi Definition of Done;
- Menghilangkan hambatan yang menghalangi kemajuan Tim Scrum; dan,
- Memastikan semua event Scrum berlangsung dengan produktif dan sesuai dengan batasan waktu yang telah ditentukan.
Scrum Master melayani Product Owner dengan beberapa cara, termasuk:
- Membantu menemukan teknik untuk definisi Product Goal yang efektif dan manajemen Product Backlog;
- Membantu Tim Scrum memahami kebutuhan akan item Product Backlog yang jelas dan ringkas;
- Membantu menetapkan perencanaan produk empiris untuk lingkungan yang kompleks; dan,
- Memfasilitasi kolaborasi stakeholder sesuai permintaan atau kebutuhan.
Scrum Master melayani organisasi dengan beberapa cara, termasuk:
- Memimpin, melatih, dan membimbing organisasi dalam adopsi Scrum;
- Merencanakan dan memberikan saran untuk implementasi Scrum dalam organisasi;
- Membantu karyawan dan stakeholder memahami dan menjalankan pendekatan empiris untuk pekerjaan yang kompleks; dan,
- Menghilangkan hambatan antara stakeholder dan Tim Scrum.
Hehe, Kayaknya Scrum master ini paling banyak tanggung jawab-nya dibanding yang lain ya?
Btw saya ingat, salah satu kesalahan umum bagi Scrum Master (mungkin juga Anda sekarang), adalah fokus utamanya hanya ke Tim Developer saja, sementara sisi pelayanan ke PO dan organisasi kadang terabaikan.
Baik, kurang lebih itu adalah 3 peran utama yang ada dalam tim Scrum. Dan kurang lebih itu saja Tim dalam Scrum.

