Belajar Agile dan Scrum untuk Pemula
untuk Anda yang tiba-tiba ditunjuk atasan jadi Scrum master, atau memang sedang belajar di dunia Agile dan Scrum
100 % untuk pemula
100% gratis, lengkap, tanpa perlu bayar apa-apa
Web Book Agile dan Scrum Bahasa Indonesia
Topik di situs ini dibuat sesuai topik global. Tak harus dibaca berurutan, terlebih jika Anda sudah ada dasarnya. Tapi jika Anda adalah total nyubi, saya sarankan dibaca berurutan.
Topik Global Situs ini
Agar Anda tidak salah mencari, daripada terlanjur oprek sana-sini di situs ini ternyata salah yang dicari, berikut adalah gambaran umum global terkait isi situs kami ini.
Agile dan Scrum
Teori, motivasi, dan contoh praktiknya.
Software Development
Latar belakang saya terkait Software Engineering, membuat saya mau tak mau akan menulis tentang ini.
Manajemen Proyek
Oke, Agile dan Scrum bukan senjata pamungkas yang bisa menyelesaikan semua masalahmu. Ada hal-hal tertentu yang butuh pendekatan "konvensional"
Open to Contribute
Kolaborasi adalah koentji. Saya memang yang inisiasi bikin situs ini buat pembelajaran kita semua terkait Agile dan Scrum di Indonesia.
Anda yang lebih suhu, dan lebih banyak “jatuh bangunnya” dari saya, tentu punya artikel, video, atau podcast dan audio yang ingin di share ke pembaca kami? Yuk berbagi.
Klik di bagian Hubungi Kami ya
Postingan Terbaru tentang Agile dan Scrum

PaLuGaDa di “Scrum Universe”
Adalah ‘umum’ di dunia kerja, kita menemukan role “PaLuGaDa” : aPA mau eLU, GuA aDA. Di ‘negeri asal’ saya ada istilah FULL Stack Developer, gabungan antara Backend dan Frontend. Kadang juga IT Support, servis printer, sambil bantu rekomendasiin HP buat temen kantor. Tak jauh beda dengan dunia engineer, dunia Scrum

Scrum Bukan Manajemen Proyek, Tapi…
Banyak orang mengira bahwa Scrum adalah metode atau bahkan bentuk lain dari manajemen proyek. TAPI INI SALAH KAPRAH. Meskipun sering digunakan dalam konteks proyek, kenyataannya Scrum bukanlah framework yang didesain untuk manajemen proyek. Scrum lebih tepat disebut sebagai framework untuk pengembangan produk yang berfokus pada kolaborasi, fleksibilitas, dan peningkatan berkelanjutan.

Bagaimana kami menyesuaikan Git Branch dengan kode Backlog
Dulu, di awal-awal development oleh tim, kami sering menamai branch Git dengan nama developer yang mengerjakannya. Contoh git branch seperti “toni-dev” atau “haniya-dev.” Awalnya, ini tak masalah, mengingat kami umumnya tahu apa yang lagi kami kerjain. Tapi begitu kami mulai memakai Scrum dan mengelola pekerjaan berbasis backlog, mulai muncul “masalah”.

QnA : Seberapa jauh seorang PM harus memiliki skill teknis (misal ngoding)
Hari ini ada sebuah pertanyaan di group Project Manager yang saya ikuti. Pertanyaan nya kurang lebih begini : Rekan2 saya mau tanya pendapat nya. Seberapa jauh seorang PM harus memiliki skill teknis (contoh : ngoding)? Jawab : Seorang Project Manager (PM) tidak harus memiliki skill teknis seperti coding, tetapi memahami

Teori Scrum : 2 Prinsip Utama dan 3 Pilar
Scrum itu bisa dibilang sederhana tapi powerful karena berlandaskan pada dua prinsip utama: Empirisme dan Lean thinking (lean : ramping / kurus). 2 Prinsip Utama dalam Scrum Empirisme Empirisme berarti kita (1) belajar dari pengalaman dan (2) membuat keputusan berdasarkan apa yang kita lihat dan alami. Empirisme adalah lawan dari

Tim Scrum : Product Owner, Scrum Master, Developer
Tim Scrum Unit paling dasar dalam Scrum disebut Tim Scrum. Tim Scrum adalah satuan kerja inti yang berfungsi untuk menciptakan nilai dalam Sprint. Tim Scrum terdiri dari satu Scrum Master, satu Product Owner, dan beberapa Developer. Sebelum kita bahas tentang ketiga peran tersebut, kita bahas dulu beberapa ciri utama Tim
Yang Bikin situs ini pertama kali
SamToni - Software Engineer dan Scrumtivist
Serius bagian ini adalah bagian paling tidak penting dari situs ini. Tapi saya tahu, beberapa dari Anda mungkin mempertanyakan kredibilitas saya “Siapa Lo, berani-beraninya bikin situs soal Agile dan Scrum”
Secara singkat : saya adalah programmer yang “pada suatu ketika” tiba-tiba ditunjuk atasan jadi Scrum Master. Wait, apa pula ituh? Kerjaan ngoding lagi numpuk malah ditunjuk jadi Scrum Master. Belajar sono sini, jatuh bangun berkali-kali, ditemani leader dan mentor ahli, hingga akhirnya saya beranikan bikin ini, semata-mata agar orang-orang seperti kamu “pusingnya cukup sampai disini”
Kalau masih pengen tahu soal saya juga, klik disini, eh link di bawah ini.
